Showing posts with label Kehidupanku. Show all posts
Showing posts with label Kehidupanku. Show all posts

Makan Kari Ayam

Sudah lama saya tidak masak makanan Indonesia untuk suami. Terakhir saya bikin semur ayam, dia hanya makan sedikit karena menurut dia potongan ayamnya kebesaran. Kali ini saya coba bikin kari ayam dengan bumbu yang dikirim oleh mama dari Indonesia (maklum di Turki tidak semua bumbu yang dibutuhkan tersedia seperti contohnya sereh), dan saya tambahkan sayuran wortel, buncis, serta kentang kedalam masakan kari. Sekedar trik untuk membuat suami makan masakan Indonesia. Alhamdulillah suamiku mau juga makan masakan Indonesia dan dia bilang enak, padahal saya belum sempat menanyakan pendapat dia. Saya juga senang bisa makan kari ayam... begitu mencium uap masakannya saya tidak dapat menahan diri dan langsung mencicipi. Segala puji bagi Allah yang memberikan nikmat tiada terhingga.


Hari ini ibu mertuaku sibuk membawa-bawa sesuatu yang mirip bulu berwarna cokelat dan putih. Pas saya tanya apa sih yang dibawanya, beliau menjawab "yün" alias bulu domba, dan ketika saya coba cari di internet ternyata cocok di wikipedia juga menerangkan bahwa yün itu bulu domba.

Sampe di sini saya masih tanda tanya besar karena buat apa ibu mertua bawa-bawa bulu domba sebanyak itu (trust me, it's so much). Saya lebih merasa aneh lagi ketika saya ke kamar tidur, kok bantal tidur favorite saya tinggal sarungnya doank... ??? Wah gawat nih kalo emang sampe menghilang tuh bantal, alamat ga bisa tidur nyenyak nih...

Secara bantal lainnya yang ada di rumah ini ukurannya tidak seperti bantal di Indonesia. Sepertinya bantal tersebut khas turki, namanya yastık (baca: yasteuk), karena ukurannya yang dua kali lebih panjang daripada bantal biasanya. Bagaikan dua bantal disambung jadi satu gitu... kebayang kan anehnya menurut pandangan orang Indonesia... hehehe

Lagi bingung-bingung nyari bantal, ibu mertua minta tolong bantuin dia membawa bulu-bulu domba yang kira-kira sebanyak 5 karung goni itu ke loteng untuk dijemur sambil dipukulin pake tongkat. Pas lagi enak-enaknya melihat pemandangan kota Rize beserta Laut Hitamnya dari loteng, eh ibu mertua dengan tenangnya bilang dalam bahasa turki yang saya artikan, "sebagian bulu domba ini dari bantal tidur kamu, dijemur biar mengembang dan lebih nyaman untuk tidur". Untuk sesaat saya terhenyak dan berusaha memproses informasi yang baru kudengar ... bener ga ya yang saya dengar... oh my God... ternyata bantal ternyaman yang selama ini saya pikir satu-satunya bantal dacron di rumah ini... ternyata... dari bulu domba... aku tidur di atas bulu domba yang notabene bekas makhluk hidup juga... hiii... Sempet syok sesaat, tapi yah mau gimana lagi... pasrah aja... liat aja nanti malem deh bisa tidur atau engga ya... ;)

Ternyata selain untuk bantal, ibu mertuaku juga menggunakan dulu domba tersebut untuk isian kasur. Beliau menjahit kantung kasur dari bahan katun putih lalu diisi dengan bulu domba tersebut lalu dijahit disekelilingnya dan juga di bagian tengahnya membentuk kotak dengan tujuan mengikat bulu tersebut agar tidak terlalu bebas berpindah tempat. Seperti biasa saya hanya membantu sebagian kecil saja dengan menjahit bagian penutup bantal agar bulu domba tidak berkeliaran keluar sarungnya. Setelah selesai dijahit, kemudian kasur dan bantal itu dilapisi lagi dengan seprei dan sarung bantal normal.

Ternyata lagi kasur bulu domba itu pun buat lapisan di atas kasur ortopedi di kamar tidurku yang sebenarnya sudah nyaman banget. Tapi menurut beliau dengan kasur bulu domba akan lebih nyaman untuk musim dingin karena dapat menyimpan hawa hangat. Aku sudah coba sih lumayan nyaman, tapi ga tau deh bisa tidur nyenyak ga ya? Kita lihat saja nanti ...

Keguguran

Setelah mengalami kebingungan selama beberapa hari akibat vonis dari dokter kandungan mengenai janin yang kukandung, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk memeriksakan ke dokter kandungan lain. Kami ditemani oleh kakak iparku yg perempuan berangkat ke rumah sakit pemerintah khusus ibu & anak siang ini untuk mendapatkan second opinion.
Namun pendapat dokter di rumah sakit itu pun sama, janin yang kukandung memang tidak menunjukkan tanda kehidupan karena detak jantungnya tidak dapat terdeteksi baik melalui tes USG di perut maupun via vagina.

Paket Kiriman Dari Sahabat

Segala Puji bagi ALLAH yang melalui wahyu-NYA (Al-Qur'an) telah memberikan petunjuk bagi hamba-hamba-NYA.
Hari ini saya merasa sangat bersyukur karena karunia ALLAH yang telah mempertemukan saya dengan saudari seiman yang, Subhanallah, baik dan menjadi jalan sampainya rizki dan kasih sayang ALLAH kepada saya (hamba-NYA).
Teman saya ini juga menikah dengan orang Turki, namun mereka tinggal di Jerman. Bulan lalu dia dan keluarga pulang ke Turki menengok mertua dan sanak saudara di Turki. Sebelum pulang dia menyempatkan menghubungi saya lewat pesan di sebuah situs pertemanan di internet untuk memberitahu kedatangannya ke Turki dan menanyakan apakah saya ingin dibawakan makanan İndonesia. Sayangnya waktu itu saya terlambat membaca pesan namun saya tetap coba mengirimkan pesan singkat ke nomor ponsel yang dia sebutkan di pesannya. Alhamdulillah dibalas, dia menyampaikan bahwa dia sudah berada di Turki.
Tidak disangka beberapa minggu kemudian dia menghubungi saya via telepon dan menanyakan alamat serta telepon rumah karena dia, ditemani keluarganya, mau mengirimkan makanan İndonesia yang dibawanya dari Jerman. Katanya di Jerman ada toko Asia yang menjual aneka ragam bahan makanan Asia yang tidak ada di Eropa. Singkat cerita paket kiriman makanan berikut suratnya telah saya terima hari ini, Alhamdulillah. Kalau mau tau isinya apa aja, bisa dilihat di gambar berikut ini:


Komplit kan isinya, ada:
- Surat
- Mie instan
- Bumbu rendang
- Bumbu nasi kuning
- Bumbu nasi goreng
- Bumbu pecel
- Santan
- Jamu beras kencur
Saya foto lengkap sama bungkus kardusnya sekalian biar jadi kenang-kenangan. :-)
Sekali lagi segala puji bagi ALLAH yang telah mempertemukan saya dengan saudari seiman yang baik. Buat Mbak Nur dan keluarga Genç, saya mengucapkan banyak terima kasih yang tiada terkira. Bukan hanya karena makanannya tetapi terlebih atas niat baik, kasih sayang, dan empati sesama saudara muslim. Semoga ALLAH SWT meridhoi amal Mbak Nur sekeluarga dan memberikan balasan kebaikan yang berlipat ganda, amin.
Hikmah yang bisa diambil dari episode ini (dalam kehidupan saya) adalah bahwa Allah yang Maha Berkuasa telah menciptakan manusia dengan berbagai ragam warna kulit, sifat, bahasa, latar belakang, pendidikan, dari berbagai bangsa dan budaya agar saling berkasih sayang, saling tolong-menolong, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. Dalam kaitannya dengan kedudukan sebagai sesama muslim, ALLAH SWT memerintahkan untuk terus mempererat tali persaudaraan sesama muslim walaupun berbeda suku bangsa. Hidup dengan penuh mahabbah bersama keluarga dan para sahabatnya dengan akhlak yang terpuji setelah dihimpunkan dalam satu aqidah yang benar.
Terbukti lagi satu firman ALLAH SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat ke-13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

”Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi ALLAH ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

"O mankind! We created you from a single (pair) of a male and a female, and made you into nations and tribes, that ye may know each other (not that ye may despise each other). Verily the most honoured of you in the sight of Allah is (He Who is) the most righteous of you. And Allah has full knowledge and is well acquainted (with all things)."

Hari Yang Sibuk dan Menegangkan

Alhamdulillah hari ini matahari bersinar terang sehingga hawa tidak terlalu dingin. Pagi ini setelah suamiku berangkat kerja aku langsung siap-siap juga karena suamiku akan menelepon agar aku datang ke kantornya kemudian kami berdua akan pergi ke Rize Emniyet Müdürlüğü Merkezi (kantor polisi pusat di Rize) untuk mengurus Yabancılara Mahsus İkamet Tezkeresi (Residence Permit)-ku di Turki ini.
Sekitar jam 9 suamiku telpon kemudian aku berangkat sendiri jalan kaki ke kantornya yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah. Di jalan aku ketemu tetangga dan dengan bahasa turki yang masih terbatas aku berusaha komunikasi dengan dia. Untungnya aku selalu bawa sözlük (kamus) di tasku :) . Kami "ngobrol" sambil berjalan tapi ga lama karena dia harus berbelok ke arah rumah adiknya dan aku melanjutkan perjalanan ke kantor suami (what a relieved...).
Suami ngajak aku jalan kaki ke Rize Emniyet Müdürlüğü Merkezi yang jaraknya lumayan jauh... ada kali 1 - 1,5 Km (hiks..) ... apa daya dia emang hobi banget jalan kaki. Udah gitu ternyata mampir dulu ke kantor T.C. Rize Valiliği untuk mengurus perubahan statusnya suami dari single jadi Evli (menikah) sekaligus meminta salah satu dokumen yang diperluin buat ngurus Residence Permit. Untung kantor ini sebelahan sama Emniyet Müdürlüğü :).
Di kantor polisi ternyata kami tidak bertemu dengan bapak polisi yang pertama kami temui dulu, namun kami bertemu polisi lain dan dia menuntut dokumen yang formatnya berbeda yang dkeluarkan oleh kantor T.C. Rize Valiliği karena menurut dia, dokumen yang kami bawa salah formatnya. Akhirnya terpaksa kami balik lagi ke kantor T.C. Rize Valiliği untuk meminta format yang dimaksud namun menurut pejabat di sana format dokumen yg dimaksud tsb memang sudah berubah (diperbaharui)... capek deh... :(
Suamiku jadi kesel banget karena dia ga bisa lama-lama ninggalin kerjaan di kantor sementara itu kami diping-pong ga jelas gitu (ak kira cma di İndonesia yg koordinasi antar lembaga pemerintahnya kurang). Suamiku dengan berdiplomatis agak maksa meminta dokumen dengan format yang lama dan dkasih (Alhamdulillah). Tapi setelah itu suamiku ga mau balik lagi ke Emniyet, dia kembali ke kantor dan aku kembali ke rumah. Dia bilang sore hari baru akan kembali ke kantor polisi lagi.
Aku kembali ke rumah sendiri. Sampai di apartemen aku lihat anne dan adik iparku serta tetangga yang diasuh ("baby" sitting)-nya sedang berada di luar rumah tetangga mengadakan semacam piknik kecil2an. Sebenarnya bukan piknik, hanya mereka sarapan di luar rumah di pinggir kebun teh karena cuaca yang bagus dengan matahari yang bersinar terang. Menurut aku sih itu bukan sarapan karena sudah jam 11 siang tapi karena sesudah subuh mereka biasa tidur lagi sehingga bangunnya pun sudah kelewat siang.
Anyway, aku ga jadi ke rumah (di lantai 2) tapi malah berbelok untuk gabung sama mereka. Sebenarnya makanan sarapannya biasa saja, seperti peynir (keju), cikolata (selai coklat), pekmes+tahin, zeytin, dan ekmek (roti) tentunya ... namun yang berbeda kali ini adalah wadah pemanas tehnya. Kalau biasanya memakai poci tumpuk dan dipanaskan dengan kompor gas atau menggunakan listrik, yang ini dipanaskan dengan menggunakan kayu dan arang yang dimasukkan di tengah suatu alat kemudian dibakar. Nama alat tersebut dalam bahasa Turki adalah Semaver. Bentuk dan warnanya bisa beraneka ragam namun fungsinya sama yaitu untuk memanaskan air pada bagian yang menggelembung kemudian pada bagian atasnya terdapat tempat untuk menaruh poci teh yang juga dipanaskan. Semaver punya anne bentuknya seperti berikut:



Enjoying the (temporary) Freedom

Alhamdulillah today was just such a lovely day. I got the chance to enjoy this day. RA, AH, IK, SJ, DR, and I went out this noon to see one of our friend (BU) who was staying in hospital due to illness. We borrow cak S' car to go to the hospital. Actually we can go there later in the afternoon (after office hour) but we were just making an excuse to go there at noon so that we can go out office for lunch... he he he (ain't that smart?!!). Anyway, our boss didn't come to the office today so... we might as well get away from the routine while we can. :)

I'll Never Know Unless I Try

I got on a sedan behind the wheel and ready to go to Depok to see one of our friend who was just gave a premature birth to her first baby. I take a little pray for assuring myself that the journey will went well... also because this was the first time i actually drive a sedan on a highway... he he he... The first three minutes i was a little worry but as soon as i got my hand on the wheel and get used to the sedan environment i found myself on a new exciting experience. What do you know ... it turn out that all those worry was simply just because i haven't try it before.

Haflah Muslimah

With the spirit of Ramadhan some muslimah were gathered in Depok last Sunday, October 8 2006 (15 Ramadhan 1427H), for joining an event called Haflah Muslimah. As you see from the name, Haflah Muslimah, the event were especially held for muslimah. So all woman whose believe in Islam were welcome to the event. Haflah Muslimah is actually an event where muslimah can express their talent in a way that is allowed by Islam.

There were several competition which were held, such as MHQ, hadeeth (with translation) recitation, Qur'an translation poetical reading, Islamic quiz for group, Islamic card creation, and nasheed. MHQ is short for Musabaqoh Hafiz Qur'an where the contestant were asked to recite some surah taken from the last chapter (chapter 30) of the holy Qur'an. In hadith recitation competition, the contestant were asked to recire a hadith which was taken from hadith Nabawi book, both the arabic and the translation. The contestant who join Qur'an translation poetical reading were asked to read the translation of Qur'an in a way which can express the meaning of the ayat in the Qur'an. Islamic quiz game can be joined by a group of contestant which then have to answer several questions asked by the jury woman. Or if you were creative enough in transposing used things into an attractive card then you can join Islamic card creation. And last but not least, if you have a group of people who have talent in composing a nasheed and singing it then the nasheed competition is definitely the right one for you.

My Islamic study group and i were joining several competition. My sister whose name is Ratih were joined MHQ. She is hafiz from surah An-Naba to surah Al-Buruj. But unfortunately she didn't win. My two friend from our group whose name is Ayu and Pris Elmiasih joined Qur'an translation poetical reading competition. Pris loose but Ayu won the third place in that competition. My other friends whose name is Siti Maharani joined hadith recitation competition but did not win. And last but not least, my group of 5 people (including me ya) were joined a nasheed competition. Alhamdulillah we got the first place... yes... we won the nasheed competition. :-)

Please read my next post (inshALLAH) for the detail of my group journey in joining the nasheed competition. So stay tuned here!

Ifthar With My Mother's Family

Some relatives from my mother family (uncles, cousins, niece, and nephew) who came to my parents' house for ifthor last Sunday (Sep, 3rd 2006). There was also a young ustaz who present the tausiah before ifthor.


After tausiah has finished then we waiting for azan maghrib by du'a. When azan come, we start ifthor jama'i with another du'a for ifthor and then drink tea and eat traditional meals like those you see in the picture within this post.
The next thing we do is sholatil maghrib (jama'ah) and du'a. Some of us even take sholat sunnah. After finished sholat maghrib then we continue to eat the main entree, which is soto. We close eating with fruit.
We close this occasion with sholatil isya and tarawih (jama'ah). The İmam for sholat isya and tarawih is one of my cousin whose name is Ahmad. Some of my relatives has already leave the house before sholat isya but so much others who stayed and do sholatil isya and tarawih together.
Alhamdulillah all went well.

Coincidence you say?

Have you ever think that everything that happen to us is not a coincidence? It really is not a coincidence. Nothing in this world is happening because of coincidence. Because there is ALLAH (God) Who rules all things and put all things together to even a small pieces which sometimes we human felt it like useless things.

I am saying you this because i have proven it myself. ALLAH really help me in getting things and event in my life the best way according to Him and suits me well. For example, i had an idea to register and install an ADSL connection in my home because i was used to have a dial-up connection at my home and it was so annoying. Firstly, i thought it would be difficult to install ADSL not to mention it would cost more money in the first installment. But somehow i manage myself to register online to one of ADSL provider via their website. After that, the next few days i have a second thought of canceling my registration to that provider because when i gathered information from web about that provider, i read many complain and disadvantage which then makes me think of changing to other provider. What happen next is i got a call from that provider's marketing who offer me to take care of registration include with the hardware supply and instalation without me have to bother going to their place. So, i said ok because at that time i don't have enough opportunity to go elsewhere at working time (it's not easy to get permission to leave from office in working hour).

Then they came to my house when it was holiday because it was on independence day. They had me to sign few paper and hand me the modem right after i hand them offer the installment fee. Btw, the modem is included in the installment cost and still it is cheaper than the price of a single modem if i bought it separately. The next 2 days, there are few people come to my house to install the modem and the connection and then i can start to use the internet using ADSL connection. And Subhanallah it is realy faster than when i used dial-up connection.

And the more advantage is yet to come when the next morning i got a phone call from the marketing that i got a discount for the registration fee which i have already pay. Guess what... it was supposed to be free of charge since i was regitered at the same day as our country's independece day. So, i can get my registration money back and only pay for the modem price which still a lot cheaper than if i bought it separately at the first place anyway.

What a coincidence you say? .... No way guys!!! Because i trully believe that everything that happen to us is well-planned by ALLAH and it will bring best things to us.

My Favorites

My favorite books are Al-Quran + Tafsir, Ayat-ayat Cinta (novel), and other Islamic Books.
My favorite colour is blue, but recently i add another favorites colours to my list and those are white and green.
My favorite place is home.
My favorite food are halalan thoyiban food.
My favorite drink is sweet tea.
My favorite genre of music are nasheed, easy listening, pop, and jazz.
My favorite genre of movie are comedy romantic, detective, and family drama.

Recent Entries

Recent Comments

Recommended Blogs To Visit

  • Hudalilmuttaqiin
  • Abdicik
  • Hablulmetin
  • Seyfullah
  • AbdulMetin